Senin, 4 Januari 2010

PDF Version 1 2 3 4 5 6 7 8

Menatap Masa Depan

Senin, 4 Januari 2010

Tahun 2009 telah berlalu. Di satu sisi kita bersedih. Sebab meninggalkan tahun penuh kenangan, entah pahit entah manis. Tapi, kita patut bangga karena diberi kesempatan Tuhan untuk menikmati tahun 2010 dengan ragam keinginan yang kita rencanakan.

Eh ya. Bagi sobat semua, tentu mempunyai segudang rencana di tahun 2010 ini. Daripada bengong, kita tanya yuk beberapa teman kita yang lagi gembira menyambut datangnya tahun baru kali ini.

Tuh, di sana ada Fian yang duduk manis di kelas IX B. ''Tahun 2010 ini aku akan mengikuti UN. Itu artinya aku harus menyiapkan diri agar aku bisa lulus," tutur Fian.

Wah, rupanya teman kita nih nyadar kalau mau ujian. Kita doain sukses ya?

Tim Ransel jalan lagi nanyain teman lain tentang rencana mereka. Nah, itu kelihatan cewek cantik berbaju hijau lagi megang buku. Kutu buku nih ye! ''Eh, jangan salah. Aku megang buku nih mau nulis apa aja yang harus aku lakuin sepanjang tahun 2010 ini," cerocos Ririn yang ternyata masih duduk di kelas X B.

Wah kayaknya perlu dicontoh nih. Menuliskan setiap rencana sepanjang tahun. Itu berarti kegiatan kita akan lebih terarah dan bisa menetapkan target apa yang harus dicapai. Dua jempol deh untuk Ririn.

''Aku juga punya rencana koq nggak ditanyain, sih?" teriak Kurniawan yang ngiri. Ya deh. Ransel nanya kamu. Emang kamu punya rencana apa coba? ''Nah, gitu dong. Tahun ini nih aku punya rencana. Pertama aku mau minta ortu nambahin uang saku. Kedua aku harus bisa game terbaru. Ketiga, aku harus cari ganti pacar yang kemarin mutusin aku. Keempat," lontar Kurniawan.

Stop-stop. Kayaknya ini bukan rencana yang bagus deh. Maaf ya Wan, kita cabut dulu.

Tim Ransel gibrit aja deh. Daripada mendengarkan hal-hal yang kurang manfaat begitu. Eh ya, ngomong-ngomong tentang manfaat, Ransel pengin ngingetin nih pada sobat semua. Jangan-jangan selama tahun 2009 kemarin kita lebih banyak melakukan hal-hal yang kurang manfaat daripada yang berguna.

Saatnya nih, di tahun yang masih umur 3 hari ini kita kudu merenungkan apa saja yang kita lakukan selama 2009 kemarin. Intropeksi kata kuncinya. Kita rehat sejenak menenangkan diri berpikir ulang memutar semua film kelakuan kita selama setahun kemarin. Syukurlah jika apa yang telah kita lakukan telah sesuai garis yang benar. Tentu saja kita perlu menangis minimal bersedih jika apa yang kita lakukan kemarin lebih banyak hura-huranya.

Mengenai hal ini. Tim Ransel sudah nanya nih pada tiga anak. Ikutin yuk komentar mereka. ''Setuju banget dengan saran ini, sebab kalau kita nggak merenungkan pasti kebaikan kita pada tahun ini pasti nggak ada peningkatan," kata Yulianto, Sang ketua OSMA (OSIS) MA. Al-Musthofa Canggu. Makasih nih kalau setuju.

''Aku juga setuju jika kedatangan tahun baru dijadikan momentum untuk mengasah pikiran kita, soalnya tahu sendiri kan kita yang muda-muda ini gampang sekali tergoda berbuat melenceng," kata Ratih (kelas XIIPA).

Kurang satu nih.

''Kalau aku sih nggak perlu memikirkan tahun kemarin sebab tahun kemarin lebih banyak menyedihkanku, ya termasuk putus pacar tadi." Lho-lho siapa nih? Ya ampun ternyata Kurniawan nimbrung lagi. Ngaco lagi ngomongnya. Ngibrit lagi ah...

Tapi tunggu dulu. Ransel jadi memikirkan kata Kurniawan tadi. Nggak perlu memikirkan tahun kemarin? Hem... kayaknya ada benarnya juga ya? Tapi sebagian sih, Wan. Jangan GR dulu dong. Yap, benar tuh kalau kita nggak perlu memikirkan kesedihan atau kegagalan kita selama setahun kemarin. Wajarlah kalau kita pernah gagal meraih keinginan dan wajarlah kalau kita melupakan kesedihan yang menyelimuti kita.

Tapi ada tapinya nih, melupakan bukan berarti tidak ingat sama sekali sebab kadang kegagalan bila diingat bisa menjadi cambuk penyemangat kita untuk meraih keberhasilan. Dan kesedihan kalau diingat kadang juga bermanfaat untuk menjadi modal simpati pada saat teman kita yang lain merasakan kesedihan serupa.

Tapi yang pasti Tim Ransel menginginkan pada sobat semua alangkah baiknya jika di tahun baru ini kita semua merentangkan tangan siap menyambut semangat baru demi meraih cita-cita yang masih menggantung di langit. Kita suntikkan tenaga pantang menyerah agar kita tak gampang putus asa.

Ya, kita siap menyambut tahun baru ini dengan senyum baru, semangat baru, tenaga baru dan baru-baru lainnya yang positif. Lihat tuh sang keberhasilan tertawa lebar siap menyambut keoptimisan kita untuk meraihnya. (*)

 

Tim Ransel MTs. - MA. Al Musthofa

Canggu Jetis Mojokerto

1.  Amelia Rizki Arini (IXC)

2.  Evi Cahyani (IXC)

3.  Nurul Farida Fatmawati (IXC)

4.  Ayu Wulandari (XIIIPS)

5.  Ifa Sholiana (XIIIPS)

 

Berita RANSEL Lainnya

Berita RANSEL Lainnya

Berita RANSEL Lainnya

Berita RANSEL Lainnya

Berita RANSEL Lainnya

Login


Username
Password

Lupa Password

Kalender

« Sep 2010 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Polling

Apa yang anda baca pertama kali dari Radar Mojokerto ?

 

Random Links

Mojo Intermezo

Ransel

Kupas Radar

SERAMBI BUDAYA