Senin, 4 Januari 2010

PDF Version 1 2 3 4 5 6 7 8

Ketika Pria Memakai Asesoris

Senin, 4 Januari 2010

JOMBANG - Asesoris, umumnya dipakai kaum wanita untuk melengkapi balutan busana yang dipakai. Sebagian beranggapan, setiap wanita wajib memiliki daftar barang-barang klasik dari mulai busana sampai asesoris lainnya. Seperti little black dress, kemeja putih dan cardigan. Bagaimanapun seorang wanita harus mampu menjadikan penampilannya setiap saat bergaya.

Karena itu pemakaian asesoris dan baju-baju klasik tadi dibuat sebagai penyeimbang. Tidak hanya itu, seorang wanita harus lebih piawai dalam memadankan busana dengan asesoris yang ada.

Lantas bagaimana dengan pria?

Umumnya, pemakaian asesoris untuk laki-laki hanya sebatas mengikuti trend sejumlah figur publik, seperti artis yang terlihat kerendengan beragam asesorisnya saat berada diatas panggung. Tidak sedikit pula yang hanya ingin berpenampilan macho laiknya penampilan artis yang ditirukan tadi. Sehingga dengan macho tersebut kaum laki terlihat lebih bergaya.

''Kalau aku hanya ikut-ikutan teman, nanti dikirain penampilan kita nggak gaul,'' cetus Bayu, salah seorang penggemar asesoris ikat pinggang. Laiknya kaum wanita, asesoris laki-laki ini pun bervariasi mulai dari gelang, cincin dengan model akik, kalung, rantai celana, ikat pinggan, anting dan bahkan sampai kalung berliontin macho. Termasuk dompet, jam tangan dan model rambut masa kini.

Di Jombang, tidak sedikit komunitas yang acapkali menggunakan asesoris berlebih. Mereka lebih akrab dengan kehidupan malam atau sekedar kongkow-kongkow di jalan raya pada malam hari. Sehingga muncul sebagian anggapan bila laki-laki yang menggunakan asesoris, lebih cenderung memiliki kebiasaan nongkrong dipinggir jalan. Meski sebagian pria ada yang hanya sekedar menggunakan cincin akik saja. 

Salah seorang perancang muda Indonesia, Ichwan Toha, mengatakan bila pemakaian busana dan asesoris harus disiasati agar lebih sedap dipandang mata. Sehingga seseorang harus mengetahui titik kelemahan dan kelebihan pada dirinya. Terutama pada bagian fisik sehingga yang tidak memiliki selera, penampilannya seringkali terlihat norak.

Meski diakuinya bila fasion tidak ada batasan hingga seluruhnya disarankan untuk tidak takut berekspresi. Namun harus tetap percaya diri dengan penampilan simple dan sederhana. (bin/lal)

 

 

 

 

Berita MOJO INTERMEZZO Lainnya

Berita MOJO INTERMEZZO Lainnya

Berita MOJO INTERMEZZO Lainnya

Berita MOJO INTERMEZZO Lainnya

Berita MOJO INTERMEZZO Lainnya

Login


Username
Password

Lupa Password

Kalender

« Sep 2010 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Polling

Apa yang anda baca pertama kali dari Radar Mojokerto ?

 

Random Links

Mojo Intermezo

Ransel

Kupas Radar

SERAMBI BUDAYA